• Setiap Hari Adalah Kesempatan

    Setahun berisi 365 hari, setiap hari yang datang adalah hari baru, maka dalam setahun hiduopmu disuguhkan 365 kesempatan oleh Tuhan. Jangan menyerah, jangan berputus asa. Kegagalan hari ini adalah milik hari ini, esok hari adalah kesempatan bagimu untuk membuat perubahan. Lihatlah matahari, sekali waktu ia terbit tertutup awan, namun matahari tak pernah menyerah untuk te3rus terbit esok hari.
    Manfaatkan waktumu. gunakan kemampuanmu. Rayakan hidupmu. Tunjukkan pada dunia betapa besar arti dirimu bagi kehidupan #arulight.

  • Ketika aku merasa tidak bisa

    Ketika aku merasa tidak bisa, aku akan diam sejenak dan memeriksa: ya, aku memang tidak bisa. Lalu aku akan menarik nafas dan merenungkan. Lalu aku sadar, jika aku memang TIDAK BISA, mengapa tidak kugunting saja Tidak-nya sehingga yang tersisa hanyalah AKU BISA?
    Semua orang yang tidak bisa sebenarnya bisa Anda mereka cukup punya keinginan dan kesungguhan untuk membuang tidaknya #arulight.

  • Berpikir positif dan positif

    Kapanpun kau merasa letih dan muak pada dirimu, atau pada sekelilingmu, jangan terkecoh! Jika kau bisa berpikir negatif, kau juga bisa berpikir positif.
    Berpikir negatif hanya akan membuatmu letih dan tidak bergerak kemana-mana, berpikir positif membuatmu keuat dan sanggup mengambil langkah untuk membuat perubahan. Benua baru tidak akan pernah ditemukan jika para pelaut tidak berani meninggalkan pelabuhan menuju lautan #arulight.

Showing posts with label sastra. Show all posts
Showing posts with label sastra. Show all posts

Monday, March 2, 2015




Sastra hanyalah sebatas narasi teks setelah ia tercipta. Sebaliknya sastra itu hidup ketika ada pembaca yang menghidupinya. Menurut Maman S. Mahayana, dari sebuah pembacaan itulah makna sastra akan meneyeruak, lalu menyelusup dan menjalari hati dan pikiran pembaca.  Dari situ, sastra seolah menjelma virus yang mengganggu serta menggugat hati nurani. Karya yang baik akan menanamkan nilai-nilai positif kehidupan.
Adapun karya-karya klasik seperti Hamlet yang ditulis oleh Shakespeare berabad-abad silam bisa tetap ada sampai sekarang adalah salah satu buktinya bahwa pembacalah yang menjaga kelangsungan hidup karya tersebut.
Dalam hal ini antara pembaca dan penulis memiliki peran dalam sebuah karya. Penulis bertugas untuk melahirkan karya sastra, sedangkan pembaca yang memeliharanya—dalam artian bahwa pembacalah yang memaknai sebuah karya, dan ia punya hak mutlak mau diarahkan ke mana nanti sebuah karya itu. Sedangkan penulis yang telah melahirkan karya tersebut, sudah tidak mempunyai peran lagi terhadap karya yang dilahirkannya, sebab dalam teks karya tersebut sudah lengkap membangun elemennya sendiri. Ia hanya sebatas mesin penulis saja. Hal ini sejalan dengan Roland Barthes dalam artikelnya The Death of the Author yang menyatakan pengarang sudah mati ketika ia melahirkan karyanya.
Pesan Roland barthes di atas memilki dukungan masa yang kuat bagi para sastrawan. Tetapi reaksi kontra yang muncul pun banyak.
Seorang sastrawan peraih Hadiah Nobel berdarah Yahudi, Imre Kartesz, pernah menyatakan bahwa tindak penciptaan sastra merupakan kegiatan privat, sesuatu yang pribadi. Artinya tindak penciptaan sastra seorang sastrawan dilakukan untuk melayani atau memenuhi kebutuhan seorang sastrawan itu sendiri. Ini disebabkan karena seorang sastrawan menulis bukan untuk siapa-siapa melainkan untuk dirinya sendiri.
Bagi seorang penulis, dunia adalah kenyataan objektif yang senantiasa berada di luar dirinya. tetapi, sedangkan ia menulis kenyataan itu dengan cara subjektif. Pandangannya tentang kehidupan, dinamika sosiologis, kebudayaan, atau ideologinya tentu berbeda dan bisa saja tidak dipahami oleh pembaca. Lantas jika penulis tersebut “mati” setelah menciptakan karya, lalu bagaimana bisa karyanya tersebut sampai ke dalam hati pembaca? Dalam hal ini, penulislah yang lebih memungkinkan untuk menjadi jalan penghubung antara karyanya ke pembaca.


Sumber referensi:
Mahayana, Maman S. 2013. Makhluk Sastra. Dalam Majalah Surah edisi ketiga.
7:50 PM   Posted by Unknown in , , , with No comments
Read More

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter

Search